Sistem Terkuat Bab 4
Daftar Isi
Bab 4
Suara System yang kembali terdengar di benaknya, membuat Wahna tertegun sejenak. “Kotak Hadiah Pemula? Ya, buka sekarang!" ucap Wahna dengan penuh antisipasi.
System: "Ding! Selamat, Tuan. Tuan mendapatkan Tubuh Kekosongan, satu Tehnik Pedang
Surgawi tingkat Surgawi, satu Teknik Telapak Dewa tingkat Misterius, sebilah Pedang tingkat Legendaris, satu Pil Pemulihan Bintang Sembilan, satu Pil Darah Bintang Sembilan, dan tiga kupon
undian."
Begitu suara notifikasi berhenti, barang-barang yang disebutkan oleh System muncul di dalam ruang
penyimpanan system, ruang khusus yang hanya ada di dalam pikiran Wahna. Wahna mengerjapkan mata beberapa kali, merasa dirinya sedang bermimpi, ada begitu banyak keajaiban yang tidak masuk
akal menurutnya. Tatapan Wahna tertuju pada salah satu benda di saat berikutnya. Benda itu berupa cahaya multi warna seukuran kepalan tangan orang dewasa. Dan setelah diperhatikan dengan seksama,
suara System kembali terdengar di dalam benak.
System: "Ding! Tubuh Kekosongan adalah jenis tubuh yang dapat menyerap dan menerima seluruh jenis Energi Alam. Tubuh Kekosongan dapat diintegrasikan dengan seluruh jenis tubuh."
System: "Ding! Selain itu, Tubuh Keksosongan juga dapat mengembalikan vitalitas energi tubuh dengan cepat ke puncaknya. Yang tentunya disesuaikan dengan situasi dan kondisi pemilik tubuh."
System: "Ding! Apakah Tuan akan mengintegrasikan Tubuh Kekosongan? Ya/Tidak"
Sebelum menjawab, Wahna menarik kakinya sembari meringis menahan sakit. Ia mendapati kedua kakinya itu mengalami cedera parah, patah akibat jatuh dari ketinggian ratusan meter.
Atas rasa sakit yang tak tertahan, Wahna mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia menatap sebuah botol giok di dalam ruang penyimpanan system, botol yang berisikan Pil Pemulihan, yang seketika diikuti oleh suara mekanis System di dalam kepalanya.
System: "Ding! Pil Pemulihan Bintang Sembilan merupakan Pil Pemulihan yang dapat memulihkan
segala jenis kerusakan tubuh ke kondisi semula, selama pemilik tubuh masih dalam keadaan hidup."
Mendengar notifikasi system ini, dengan pikirannya, Wahna mengambil botol giok tersebut, yang kemudian muncul di telapak tanggannya. Tidak menunda, segera ia membuka tutup botol giok dan
mengambil pil pemulihan di dalamnya. Pil itu sebesar kelereng dengan warna putih, Wahna langsung menelannya tanpa ragu. Begitu pil tertelan, seketika arus hangat mengalir ke sekujur tubuh. Luka-luka yang diderita kembali pulih seperti semula, seolah tidak pernah terjadi apa pun sebelumnya. Demikian pula dengan kedua kakinya yang patah, kembali dalam keadaan normal.
"Ajaib! Ajaib! Ini sangat ajaib!" seru Wahna dengan sangat gembira sekaligus keheranan. Dengan penuh semangat, ia langsung bangkit, berdiri sambil merentangkan kedua tangan, meregangkan otot yang seakan-akan baru bangun dari tidur. Wahna tidak menyangka, bahwa dirinya telah dikirim ke
dunia ini oleh Tuhan, yang menurutnya penuh dengan keajaiban. Mungkin Sang Pencipta telah memberinya kesempatan kedua. Itulah yang bergulir di benaknya saat ini. Sesaat kemudian, Wahna
berjalan ke bibir sungai yang jernih di depannya. Ia menjulurkan kepala, melihat wajahnya sendiri
yang terpantul oleh permukaan air.
"System, gabungkan Tubuh Kekosongan!" pinta Wahna kepada System.
System: "Ding! Tubuh Kekosongan akan diintegrasikan ke tubuh Tuan. Dalam proses integrasi, Tuan akan mengalami rasa sakit. Harap Tuan menjaga kesadaran agar tidak pingsan! Jika tidak, maka jiwa Tuan akan lenyap." Mendengar notifikasi system, Wahna membeku, terdiam tanpa kata. Tidak menyangka, prosesnya akan mengalami hal yang tidak menyenangkan. Dan sebelum ada sepatah kata yang dapat terucap, Wahna berteriak kencang sekencang-
kencangnya, "Aaargh...!" Jatuh tersungkur, berguling- guling di tanah, Wahna merasakan sakit yang luar biasa. Tubuhnya seolah sedang ditusuk oleh ribuan jarum, berulang-ulang dan tanpa jeda.
Setelah sekitar lima menit, rasa sakit yang diderita mereda. Wahna mengutuk dalam gerutu, “Sialan!
Sakitnya tak tertahankan.” Namun kemudian, Wahna tertegun dengan dahi berkerut. Dia merasakan tubuhnya bereaksi dengan sendirinya, menyerap energi alam di sekitar tanpa harus menjalankan proses kultivasi. Karena penasaran, Wahna langsung menjalankan proses kultivasi, yang tentu saja metode
kultivasinya sesuai dengan ingatan yang diperoleh dari pemilik tubuh sebelumnya Setelah hampir tiga puluh detik dalam posisi duduk meditasi, suara mekanis System terdengar di benak.
System: "Ding! Selamat, Tuan. Poin Pengalaman bertambah 0,005" Benar saja, tubuhnya dapat menyerap energi alam secara otomatis. Namun jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan ia melakukan proses kultivasi. Beralih pada ruang penyimpanan system, Wahna mengambil tehnik keterampilan pedang. Di dunia tidak jelas dan penuh bahaya ini, tehnik beladiri sangat diperlukan menurutnya. System: "Ding! Tehnik Pedang tingkat Surgawi. Apakah Tuan akan mempelajarinya? Ya/Tidak." "Ya!” tepat ketika Wahna selesai menjawab, tepat pula buku Tehnik Pedang Surgawi itu berubah menjadi cahaya keemasan, meluncur dan masuk ke tubuh melalui di antara kedua alis Wahna.
Dalam sekejap, Wahna merasa pikirannya dipenuhi dengan pengetahuan Tehnik Pedang Surgawi. Tehnik pedang ini merupakan tehnik pedang dengan sepuluh level, di mana setiap level terbagi menjadi tiga gerakan. Saat ini, tidak mungkin bagi Wahna untuk meningkatkan level. Kultivasinya masih tergolong rendah, dia belum memenuhi syarat dalam menghasilkan serangan pedang yang diinginkan.
"System, Pil apa ini?" tanya Wahna penasaran, tertuju pada sebuah botol giok yang lain.
System: "Ding! Pil Darah Bintang Sembilan. Pil ini dapat meningkatkan tingkat kultivasi seorang kultivator menjadi satu hingga dua tingkat di bawah Tahap Transformasi. Apakah Tuan akan menyerapnya? Ya/Tidak" ............
Bersambung ke Bab 5..............
Posting Komentar