Sistem Terkuat Bab 17
Daftar Isi
"Berapa konversi koin emas ke
Poin System? Lalu berapa Poin
System yang dibutuhkan untuk
meng-upgrade System?" Wahna
melanjutkan pertanyaannya.
System: "Ding, satu Poin System
sama dengan seribu koin emas.
Upgrade System ke versi dua adalah
seratus ribu Poin System."
'Aku hanya punya sekitar
delapan ribu koin emas, berarti
cuma delapan Poin System. Ah,
lupakan,'desah Wahna di dalam hati.
Namun ketika mendengar
jumlah Poin System untuk upgrade
System, matanya langsung
membelalak tak percaya.
"System, kenapa begitu mahal?
Apa kau ingin merampokku?”
Wahna menggerutu dengan tidak puas.
System: "Ding! Itu sudah
ketentuan untuk nilai Upgrade ke
versi dua, Tuan. Ketentuan tidak
bisa diganggu gugat."
Mendengar jawaban System,
Wahna hanya bisa menghela napas
panjang. Mungkin suatu hari nanti,
dia memiliki banyak Poin System
untuk melakukan upgrade.
Menghabiskan waktu dengan
berlatih penggunaan formasi array,
Wahna juga mengetahui berbagai
tingkatan formasi array. Yang
tentunya ia ketahui berdasarkan
pengetahuan dari buku usang di
dalam celah batu.
Dalam keahlian itu, formasi
array dibagi menjadi sepuluh
tingkatan. Yaitu Master Array,
Grandmaster Array, Scholar Array,
Accentor Array, Master Four Beast
Array, Halt Immortal Array,
Immortal Array, Fate calamity
Array, Saint Array dan Dewa Array.
Dan masing-masing dari
tingkatan itu, juga terbagi menjadi
sepuluh level kemampuan.
***
Keluarga Dege
"Bagaimana? Apa kamu sudah
memastikan kebenaran berita
tentang Wahna?" tanya Baimu Dege
kepada seorang telik sandi, mata-
mata yang diutusnya untuk
menyelidiki berita yang beredar.
"Berita itu benar, Tuan Muda,"
jawab pria telik sandi.
"Terus pantau pergerakannya!
Laporkan padaku setiap saat!"
perintah Baimu Dege dengan ekspresi kesal.
‘Bagaimana mungkin dia masih
hidup? Sangat jelas dia
dilemparkan ke jurang. Lalu,
bagaimana pula kultivasinya
langsung meningkat?
Keberuntungan macam apa yang
didapat Bocah itu?' Baimu Dege
berpikir keras dengan wajah kusut.
dia bergegas menuju aula tamu
untuk menemui kakeknya.
Tiba di aula tamu, Baimu Dege
menyampaikan informasi yang
diperolehnya, “Kakek, Wahna
memang telah kembali. Dan semua
berita yang tersebar memang benar adanya."
"Anak itu mungkin mendapatkan keberuntungan.
Terus awasi! Ketika ada kesempatan
baik, Kakek akan membunuhnya,"
ujar Patriak Dege.
"Apakah Kakek akan
membunuhnya secara langsung?"
tanya Baimu Dege dengan tatapan ingin tahu.
"Bodoh! Tentu saja tidak! Kakek
akan menyewa Geng Harimau
Hitam untuk membunuhnya,"
lanjut sang Patriak.
***
Keluarga Rahngu
Pagi hari, keluarga kecil Wahna
bangun dengan suasana yang ceria.
Semua telah menerobos ke tingkat
yang lebih tinggi.
Meskipun sudah berada pada
tahap akhir, awalnya mereka
kesulitan untuk meningkatkan
kultivasi. Namun mengingat waktu
dan sedikitnya sumber daya,
mereka hanya bisa pasrah atas
kemacetan yang cukup lama.
Bagi Wahyu Rahngu, terobosan
ini merupakan hal yang paling
membahagiakan. Selain tingkat
kesulitan dari tingkat Keenam ke
tingkat Ketujuh, sumber daya
langka yang diberikan oleh
putranya, telah memberikan
peningkatan yang sangat luar biasa.
Bahkan terobosan Wahyu
Rahngu sudah mencapai tingkat
Ketujuh Puncak dari Tahap
Penyempurnaan Qi, dan itu hanya
dalam waktu satu malam saja.
Ayudiah juga tidak terkecuali.
Malahan, ibu Wahna ini telah
mencapai Tahap Penyempurnaan Qi
tingkat Kelima Menengah. Dan jika
berita ini tersebar, dipastikan bisa
menyebabkan kegemparan besar di Kota Ragane.
"Wahna! Apa kamu sudah
bangun?" panggil Wahyu Rahngu
sambil mengetuk pintu kamar putranya.
"Ayah! Tunggu sebentar," sahut
Wahna yang sedang berpakaian.
Setelah beberapa saat, Wahna
membuka pintu kamarnya. Tetapi
ia tertegun, mendapati ayahnya
berdiri di depan pintu sambil
melotot ke arahnya, seolah sedang melihat hantu.
"Wahna! Bagaimana
kultivasimu langsung ke Tahap
Pembentukan Tubuh tingkat
Kedelapan?" tanya Wahyu Rahngu
dengan tidak percaya.
Jelas bagi Wahyu Rahngu,
sebelum hari ini, dan itu tepatnya
adalah tadi malam, kultivasi
putranya ini berada pada Tahap
Pembentukan Tubuh tingkat Kelima.
"Oh, kebetulan tadi malam aku
juga menerobos," jawab Wahna
sambil tersenyum, menggaruk
bagian belakang kepalanya sendiri.
Padahal, Wahna sudah
menanyakan hal ini kepada System
sebelumnya. Tubuh Naga Kuno
yang telah terbangun ke level
sepuluh adalah salah satu penyebabnya.
Di samping itu, berbagai tehnik
yang ia kuasai juga meningkat.
Sehingga Tehnik Pernapasan tidak
lagi memungkinkan untuk
menekan kultivasinya terlalu jauh.
Pun Tubuh Kekosongan, juga
terus menyerap energi alam secara
otomatis, yang menyebabkan
kekuatan tubuh Wahna terus
bertambah tanpa disadari.
System juga menjelaskan,
bahwa setelah Tehnik Pernapasan
mencapai Tingkat Kedelapan ke
atas, maka akan lebih efektif
menyembunyikan hingga sepuluh
tingkat. Sedangkan untuk saat ini,
maksimal hanya lima tingkat.
Dan karena penyesuaian
penggunaan, maka tingkat kultivasi
yang disembunyikan lebih dari lima
tingkat, akan muncul setiap tiga hari.
"Kebetulan? Memang ada
menerobos tiga tingkat adalah
kebetulan?" gumam Wahyu dengan
heran, tetap menatap putranya yang
tampak cengengesan.
Namun tidak dapat dipungkiri,
Wahyu Rahngu juga senang dengan
terobosan gila putranya itu. Dengan
usianya kali ini, putranya termasuk
dalam kategori jenius di Kota Ragane.
"Kita ke tempat kakekmu dulu,
Wahna. Agar kakekmu tidak
khawatir tentang keadaanmu
kemarin," ajak Wahyu Rahngu,
mendapat anggukan dari Wahna.
Ayah dan anak berjalan
berdampingan menuju aula utama
keluarga. Begitu tiba di aula utama,
keduanya melihat lelaki tua usia
tujuh puluhan tahun, tampak
sedang mondar-mandir dengan ekspresi cemas.
Bersambung ke bab 18
.jpeg)
Posting Komentar