Sistem Terkuat Bab 15

Daftar Isi



Bab 15 

***Keluarga Dege
"Terima kasih atas kerja keras
Anda, Patriak Dege," ucap Loro
Wade tersenyum puas. Dia adalah
seorang Tuan Muda dari keluarga terkemuka.
"Oh tidak, Tuan Muda. Orang
tua ini hanya dengan tulus
membantu kepentingan Tuan
Muda," balas Rakuti Dege sedikit
membungkuk, senyum indah
menghiasi wajahnya.
"Hmmm...," Loro Wade
terdiam sejenak, lalu berkata,
"baiklah. Mulai bulan depan, lima
puluh persen suplai kapas untuk
Distrik Nabrajem akan kuserahkan padamu."
"Yang penting anak itu sudah
lenyap dari muka bumi. Sehingga
tidak ada lagi yang menggangguku
untuk mendapatkan Xiaoxi," lanjut
Loro Wade sembari melipat kedua
tangan di belakang punggung.
Mendengar apa yang diucapkan
Loro Wade, Rakuti Dege, sang
Patriak Dege ini langsung
tersenyum sumringah, seakan
dirinya sedang melayang di udara.
Betapa tidak, jika hal ini terus
berlanjut hingga kurun waktu satu
tahun saja, maka diperkirakan
Keluarga Dege akan melambung 
menjadi keluarga kelas satu di Kota Ragane.
Penasaran, Rakuti Dege
memberanikan diri untuk bertanya,
"Tuan Muda sedang mendekati
Xiaoxi gadis Thionghoa itu?"
Loro Wade mengangguk,
senyum bangga terlihat jelas di
wajahnya. Seolah dirinya adalah
sosok yang paling pantas
mendapatkan gadis yang dimaksud.
Keluarga Wade merupakan
keluarga kelas satu dan teratas di
Kota Ragane. Bahkan keluarga ini
juga merupakan keluarga
terkemuka di Kota Distrik Nabrajem.
Hampir tiga puluh persen
perdagangan di Distrik Nabrajem
dikuasai oleh keluarga Wade. Salah
satunya adalah usaha pengadaan
kain dan bahan baku kapas.
Sedangkan Xiaoxi, gadis ini
merupakan salah satu Nona Muda
keluarga teratas di Kota Distrik
Nabrajem. Bahkan keluarganya
memiliki hubungan yang baik
dengan pihak Kerajaan Liba.
Paman Xiaoxi adalah seorang
pejabat menteri di Kerajaan Liba.
Sehingga Loro Wade berpikir,
bahwa jika dia berhasil memperistri
Xiaoxi, maka Distrik Nabrajem
akan berada di bawah
kekuasaannya, yang tidak menutup
kemungkinan akan merambah ke
Ibu Kota Kerajaan.
Akan tetapi, rencana Loro
Wade mendapat batu sandungan
dari seorang pemuda. Yang tidak
lain dan tidak bukan, pemuda itu adalah Wahna.
Pasalnya, dua tahun yang lalu,
Xiaoxi sempat berkunjung ke Kota
Ragane. Selama tiga bulan penuh,
gadis itu tinggal di kota kecil ini
guna mempelajari tanaman obat.
Dan sebuah kebetulan, usaha
Keluarga Rahngu sangat sesuai
dengan tujuan kunjungan Xiaoxi.
Membuat kehadiran gadis ini cukup
intens di lingkup Keluarga Rahngu.
Selama kunjungan itu, Xiaoxi
terlihat sangat akrab dengan
Wahna. Bahkan acapkali memuji
Wahna di depan orang banyak.
Hal ini membuat dada Loro Wade terasa sesak. 
Selain takut rencana keluarganya akan gagal,
rasa cemburu dan iri hati telah
mempengaruhi akal sehatnya.
Demi tujuannya berhasil sesuai
yang diharapkan, Loro Wade
berniat melenyapkan keberadaan
Wahna. Siasatnya adalah bekerja
sama Keluarga Dege, pihak yang
merupakan pesaing bisnis bagi
Keluarga Rahngu.
Di sisi Keluarga Dege, meskipun
sangat menyadari bahwa dirinya
sedang dimanfaatkan oleh Loro
Wade, Patriak Dege tetap menerima
kerja sama itu.
Kesempatan untuk
meningkatkan kekayaan
keluarganya tidak datang dua kali.
Yang penting keluarganya, tidak
peduli apa dengan keluarga lain.
Lagi pula, sudah bertahun-
tahun Keluarga Dege menabur
ketidaksenangan terhadap Keluarga
Rahngu. Namun tetap tidak
mampu melenyapkan keluarga itu,
baik dari segi bisnis maupun kekuatan.
"Patriak! Patriak! Ada berita
besar," lapor seorang penjaga, yang
secara tiba-tiba memasuki aula
tamu dengan terburu-buru.
"Kurang ajar! Apa yang kamu
lakukan, ha? Bukankah sudah aku
katakan bahwa ada tamu terhormat
dan tidak bisa diganggu," bentak
Patriak Dege dengan wajah
memerah marah, siap memberi
pukulan kepada penjaga itu.
"Tunggu, Patriak! Kita dengarkan dulu, berita apa yang
dibawa penjaga ini!" kata Loro Wade,
tangan kanannya memegang
tangan Patriak Dege yang hendak memukul.
Gemetar dan ketakutan,
penjaga itu berkata dengan terbata-
bata, "Anu, Patriak. Anu ... anu---"
"Anu, anu, apa! Cepat katakan!"
bentak Patriak Dege tidak sabar.
Dengan keringat dingin
membasahi punggung, si penjaga
melanjutkan laporannya, "Anu... si
Wahna, dia sudah kembali. Wahna
sudah kembali tadi sore, Patriak."
"Apa! Apa aku tidak salah
dengar? Coba ulangi!" teriak
Patriak Dege terkejut, merasa tak
percaya dengan apa yang baru saja
didengarnya.
"Wahna kembali... dia kembali
tadi sore, Patriak. Semua orang
sedang membicarakannya. Bahkan
kultivasinya juga sudah pada Tahap
Pembentukan Tubuh tingkat
Kelima," lanjut si penjaga memperjelas.
Mendengar apa yang
disampaikan oleh penjaga itu, Loro
Wade mengerutkan kening.
Menoleh, memandang ke arah
Patriak Dege dengan sorot mata tanya.
Mengerti dengan tatapan yang
ditujukan kepadanya, Patriak Dege
berkata dengan suara gemetar,
"Tuan Muda jangan khawatir! Saya
akan segera menempatkan orang
untuk menyelidiki masalah ini.”
"Aku tidak mau tahu!
Selesaikan hal ini dengan cepat!
Aku tidak ingin setumpuk koin
emas dan kesempatan bisnis yang
telah aku berikan kepadamu,
semuanya menjadi sia-sia dan
omong kosong belaka," tandas Loro
Wade dengan ketus.
Tanpa menunggu jawaban dari
Patriak Dege, Loro Wade langsung
meninggalkan kediaman Keluarga Dege.
Menanggapi situasi ini, Patriak
Dege segera memanggil seluruh
tetua keluarga untuk rapat
dadakan, termasuk dengan Baimu
Dege yang merupakan eksekutor lapangan.
***
Keluarga Rahngu
Pada saat yang sama, di dalam
kamarnya, Wahna sedang duduk
bersila di atas tempat tidur. Dalam
hati, ia sangat senang melihat
ayahnya pulih dari cedera yang diderita.
Hanya saja, sampai detik ini,
ayahnya bersikukuh untuk
bungkam, tidak memberi tahu siapa
pelaku yang membuatnya
mengalami cedera parah.
Berpikir jauh kedepan, Wahna
bertekad untuk menjadi lebih kuat.
Tidak, bukan hanya dirinya sendiri,
tapi juga keluarganya harus menjadi
lebih kuat, agar tidak direndahkan
oleh orang lain, terlebih di dunia
yang tidak jelas ini.
"Dengan System, aku pasti bisa
mewujudkannya," gumam Wahna
lirih, kedua tangannya mengepal
erat tanpa sadar.
Masih dalam posisi duduk
bersila, Wahna membuka panel
profile dalam visinya.

Nama: Wahna Rahngu
Ras: Manusia
Kultivasi: Tahap Transformasi tingkat Keenam (+)
Poin Pengalaman: 10,50/13.500
Kekuatan Tubuh: Naga Kuno (1/30.000) (+)
Energi Mental: 12/10.000
Keterampilan Aktif: 
-Tehnik Tinju Bumi (9/10), 
-Tehnik Pedang Surgawi (1/10), 
-Tehnik Telapak Dewa (2/10)
Keterampilan Pasif: 
-Tehnik Pernapasan (3/10), 
-Tehnik Mata Dewa (2/10), 
-Tehnik Langkah Angin (4/10)
Keahlian: Array Master (1/10)
Elemen: Api Chaos, Angin
Kupon Undian: 0
Ruang Penyimpanan: 10 meter kubik (+)
-Seratus Pedang tingkat Bumi
 
Bersambung ke bab 16


Posting Komentar