Sistem Terkuat Bab 8

Daftar Isi
 

Bab 8 

mekanis itu, bisa menanggapi apa yang dia alami. Tanpa mau memikirkannya lebih jauh, Wahna bangkit dari tempatnya, pandangannya tertuju pada dinding yang dipenuhi dengan tanaman obat.
Pada dinding sebelah kiri, terlihat jenis tanaman obat berbentuk rumput berwarna merah tua. Membuat Wahna tersenyum gembira dan sangat bersemangat. Pasalnya, tanaman ini mirip dengan tanaman yang dibutuhkan oleh ayahnya, obat yang digunakan untuk mengurangi cedera yang diderita. Hanya saja, tanaman berwarna merah tua itu jumlah rumpunnya lebih banyak dari yang disebutkan ayahnya. Yang itu artinya, memiliki khasiat jauh lebih baik. Segera Wahna memetik tanaman obat itu, disambut oleh suara notifikasi system. 
System: "Ding! Rumput Awan Merah. Merupakan tanaman obat yang dapat memulihkan vitalitas tubuh dan memiliki efek penyembuhan terhadap cedera organ dalam."
System: "Ding! Jika satu rumpun dikonsumsi sebanyak sepuluh kali, maka akan memperkuat tulang dan tubuh, serta tidak menutup kemungkinan dapat menerobos ke tingkat berikutnya di bawah Tahap Prajurit Alam."
System: “Ding! Nilai satu rumpun Rumput Awan Merah adalah tiga Poin System. Apakah Tuan akan menukarnya?  Ya/Tidak/Simpan."
'Ah, lebih baik aku simpan untuk Ayah dan Ibu,'pikir Wahna dalam hati, segera ia mengambil seluruh Rumput Awan Merah yang menempel pada dinding batu. Seluruhnya berjumlah seratus dua rumpun Rumput Awan Merah, Jumlah yang fantastis. Harga satu rumpun Rumput Awan Merah berkisar tujuh puluh lima koin emas. Jika dijual, maka Wahna akan memiliki lebih dari tujuh ribu lima ratus koin emas.
Kembali menatap ke arah dinding yang lain, Wahna melihat adalah tiga jenis tanaman obat dengan jumlah yang bervariasi.
Tidak mengetahui jenis tanaman obat apa di depannya itu, Wahna meminta system untuk menganalisis.
System: "Ding! Daun Tumpang Lawang. Jenis tanaman obat ini untuk memperkuat tulang bagi kultivator Taaph Pembentukan Tubuh."
System: "Ding! Nilai tukar adalah satu Poin System. Apakah Tuan akan menukarnya Ya/Tidak/Simpan."
Tidak menunda, Wahna memetik seluruh tanaman obat Tumpang Lawang. Jumlahnya cukup banyak, yaitu sekitar seratus lima puluh delapan tanaman. Tiga di antaranya ia simpan di ruang penyimpanan system, dan sisanya ia tukarkan dengan poin system.
Beralih pada dua jenis tanaman obat lainnya, Wahna mendapati kedua jenis tanaman itu memiliki fungsi yang hampir sama dengan Daun Tumpang Lawang. Oleh karena itu, Wahna langsung menukarnya dengan poin system. Sekarang, Wahna memiliki tiga ratus lima puluh poin system.
Membalikkan badan, Wahna berencana akan kembali ke ruangan sebelumnya. Namun ia langsung
menoleh ke kanan, melihat ke arah dinding di mana ia mendapatkan Rumput Awan Merah.
Setelah diperhatikan dengan seksama, terdapat sesuatu yang berbeda pada titik tertentu di bagian dinding itu. Terlihat ada lubang pada dinding, yang mana ukurannya sangat mirip dengan ukuran kotak
giok putih susu. Mengikuti praduganya, Wahna mengambil kotak giok. Memasukkan kotak giok ke dalam lubang. Dan benar saja, dinding tersebut bergetar seperti halnya dinding pertama. Dinding itu
merupakan sebuah pintu menuju ruangan yang lain. Pun masih dengan sangat hati-hati, perlahan Wahna berjalan ke ruangan yang baru terbuka. Ukuran ruangan cenderung sama dengan ruangan tanaman obat.
Di dalam ruangan itu, terdapat banyak senjata dengan berbagai tingkatan dan kualifikasi.
Semuanya tergeletak dengan rapi pada sebuah rak batu. Tidak hanya senjata, berbagai botol giok yang dipastikan berisi berbagai jenis pil, juga terpampang di bagian lain rak batu. Namun dari semua terlihat, ada dua hal yang paling menarik perhatian Wahna. Yakni sebuah buku usang dan kolam kecil dengan
air berwarna merah darah.
Rasa penasaran Wahna meninggi, ia segera menuju dan mengambil buku usang itu, diikuti suara notifikasi system di saat berikutnya.
System: “Ding! Terdeteksi Tehnik Array Kuno. Apakah Tuan akan mempelajarinya?"
Tanpa pikir panjang, Wahna langsung menjawab, "Ya!" Seketika, buku usang itu pecah
menjadi butiran cahaya. Berwarna biru keunguan, melesat cepat menuju kening Wahna.
Di saat yang sama, Wahna merasakan berbagai pengetahuan tentang formasi array membanjiri otaknya. Yang bahkan dirinya baru kali ini mengenal apa itu formasi array.
System: “Ding! Selamat, Tuan. Tuan telah mempelajari Tehnik Array Kuno. Level saat ini adalah 0/10."
Tentu saja Wahna sangat gembira. Meskipun dirinya belum begitu mengerti secara keseluruhan
apa kegunaannya, pengetahuan itu merupakan sesuatu yang sangat berharga menurutnya.
Perhatian Wahna beralih pada kolam darah di sebelah, dan langsung meminta System untuk menganalisis.
System: "Ding! Kolam Darah Naga Kuno. Kolam ini berisikan esensi darah Naga Kuno yang dapat memperkuat tubuh ke tingkat tertinggi."
System: “Ding! Dengan berendam di dalam kolam darah ini, maka secara otomatis seseorang mendapat garis keturunan Naga Kuno. Yang mana garis keturunan itu merupakan garis keturunan naga tertinggi."
Tanpa lagi pikir panjang, Wahna menceburkan dirinya ke dalam kolam darah. Tapi seketika, dia bangkit kembali, keluar dari kolam darah dengan tergesa dan ketakutan. "Sialan! Kenapa rasanya sakit sekali!" umpat Wahna dengan kesal. Ia merasakan tubuhnya terkoyak, seakan-akan ditusuk oleh jutaan jarum tanpa henti dan tanpa jeda. Jeda sebentar, Wahna teringat dengan rasa sakit ketika mengintegrasikan Tubuh Kekosongan. Rasa sakit itu lebih mengerikan jika dibandingkan dengan rasa sakit di kolam darah. Secara perlahan-lahan, Wahna kembali masuk ke dalam kolam darah. Giginya merapat, menahan
rasa sakit yang kini merayap di sekujur tubuhnya. Lima menit berlalu, rasa sakit yang ditimbulkan dari kolam darah mulai mereda, bahkan digantikan dengan rasa nyaman. Wahna memejamkan matanya,
mulai menikmati dirinya sendiri atas reaksi tubuhnya terhadap kolam darah. Dan tanpa terasa, sudah satu jam berlalu yang ditandai dengan notifikasi system.
System: "Ding! Selamat, Tuan. Tuan telah memiliki garis keturunan Naga Kuno tertinggi, dan memiliki Tehnik Penguatan Tubuh. Level saat ini adalah 1/30.000." 
'Buset! Banyak sekali level yang harus ditembus! Sampai lebaran monyet pun mungkin belum tentu tertembus semuanya,' lontar Wahna di dalam hati dengan kaget. Begitu membuka matanya, Wahna melihat air kolam sudah tidak lagi berwarna merah. Saat ini warna air sangat jernih, bahkan lebih jernih dari air sungai di luar celah batu. Segera Wahna bangkit dari kolam, ia benar-benar merasakan kekuatan tubuhnya meningkat secara signifikan. "Jika aku bertarung melawan tiga tingkat di atasku saat ini, mungkin dengan sedikit usaha, aku dapat mengalahkannya,” gumam Wahna dengan gembira.
Mengalihkan pandangannya ke arah lain, Wahna menuju ke tempat deretan botol giok. Seperti sebelumnya, ia langsung mengambilnya dan menyimpan di ruang penyimpanan system.
Beralih ke rak senjata pertama, terdapat sekitar seratus senjata tingkat Bumi kualitas Tinggi.
Senjata ini terbilang cukup langkadi Kota Ragane. Hanya beberapa orang yang memilikinya.
Ketika Wahna akan menyimpannya di ruang penyimpanan system, notifikasi system terdengar di telinganya.
System: "Ding! Ruang Penyimpanan System tidak memadai. Segera upgrade Ruang Penyimpanan System!"
System: "Ding! Berikut ketentuan penukaran Poin System. Satu meter kubik bernilai sepuluh Poin System. Dua meter kubik bernilai dua puluh Poin System. Tiga meter kubik bernilai tiga puluh Poin System, dan seterusnya."
System: “Ding! Silakan Tuan memilih untuk upgrade Ruang Penyimpanan System!"
Tanpa ragu, Wahna memilih sepuluh meter kubik dalam peningkatan kapasitas ruang penyimpanan system.
System: "Ding! Selamat, Tuan. Ruang Penyimpanan System telah di-upgrade menjadi sepuluh meter kubik. Poin System yang tersisa adalah dua ratus enam puluh Poin System."

Bersambung ke bab 9 .......






Posting Komentar